uhm,,
frita : “enak loh mas, nonton d xxi drpd d blitz!”
aku : “emang knp euy?”
frita : “dapat slimut!”
aku : “lah,.. kok kyk mo tidur seh,.. mo nonton pa tidur?”
frita : “abis kan dingin, itu loh ac nya g nguatin,..”
aku : “o,.. knapa yah d bioskop ac nya slalu d setting dingin skali?”
frita : “meneketehe!”
aku : “udah gitu d kasih slimut lagi,.. mending kan d kecilin ajah tu ac. g perlu sediain slimut, hemat listrik pula.”
frita : ”udah ah mas, protes ke pengelolanya ajah,..”
“huahahahahaa,…” seisi mobil ketawa, sementara aku masih membayangkan,.. bagaimana rasanya menahan kencing supaya tidak ketinggalan critanya sewaktu nonton d bioskop,.. brp duit yang bisa d crp (hemat) dari mengecilkan ac,.. seberapa banyak air yg bisa d hemat untuk mencuci slimut,.. sberapa banyak panas yg bisa d kurangi dari ac,.. sberapa,..
argh,..
Posted in diary!?, think!ng | Leave a Comment »
sudah hampir satu semester tidak bloging/walking, akhirnya shubuh tadi ‘terpaksa’ untuk berjalan² d dunia maya. dan yang membuat akhirnya blogging kembali adalah satu tulisan yang saling terkait d beberapa blog dengan tema ’stop dreaming, take action’.
aku g tau dari mana asal muasal kaitan tersebyt, tapi,.. itu telah mengingatkan kembali akan mimpi² yang sudah menggunung dan blon sempat terealisir, termasuk untuk aktif ngeblog,..
tapi ini bukan tentang mimpi²ku yang sudah menggunung, namun tagline ’stop dreaming, take action’ nya.
sewaktu pelatihan abmp pernah d kasih pertanyaan ‘berapa kali sesuatu itu d ciptakan?’ dan jawabannya sepakat 2x! pertama adalah dalam benak kita, alias pikiran kita, aka mimpi kita! dan yang kedua adalah ketika sesuatu itu telah menjadi nyata, bisa d dengar, d liat, atopun d rasakan!
nah terkait dengan tagline yg sudah dsebutkan tadi, secara harafiah menjadi agak sedikit ambigu, mengingat untuk ber-action, pasti harus ber-dreaming terlebih dahulu dan bilamana stop dreaming tentunya g bisa take action,..
mungkin akan lebih tepat bila ‘keep dreaming, take action’ yang lebih menegaskan keberlangsungan hukum alam penciptaan, bahwasanya sesuatu itu diciptakan sebanyak 2x,..
however, thanx to the tagline make me comeback to wordpress!
Posted in diary!? | 2 Comments »
malam itu, lagi asyik2 chat ma browsing pake modem cdma bikinan venus. lumayan cepet seh, kecepatan bisa dapet 230 kbps. teorinya tapi, g pake tespeed. tapi lama kelamaan browsing makin lelet, trus putus2 lagi,.. cek & ricek. ceks sinyal is ok, trus aku pegang modemnya, lha kok panas banget euy!? uhm,.. mungkin ini dia penyebabnya, d modem is overheat, must be rested or cooled!
uhm,.. tapi demi tetep chat, otak harus d puter, gmn supaya tetep bisa ol! dengan sedikit berbekal ilmu perpindahan kalor jaman kuliah, tuing-tuing, tercetuslah ide itu,.. knapa g dicelupin k air saja euy,..???
akhirnya k dapur lah cari plastik yang tipis, supaya panas cepat tersalurkan k air. tes kbocoran pake d tiup, lubang kah? trus ambil gelas dan kuisi air dari kulkas,.. ups terlalu dingin, wah ntar crack modemnya. akhirnya ku isi air dari kamar mandi,.. not too cool & not too hot,.. pas!
walhasil, ol sampai pagi pun g masalah,..
.
Posted in think!ng | 12 Comments »
beberapa hari lalu sempat nemuin blog yang nulis tentang surabi, makanan tradisional jabar. mungkin karena niatan mudik ke solo lebaran haji ini memuncak, otak langsung teringat serabi notosuman. beda d satu huruf seh, tapi rasa pasti beda kale,..
serabi notosuman sendiri sudah terkenal sejak lama, berdiri aja sejak 1923. meski sejak kecil tinggal d solo, tapi baru kali ini mencobanya. maklum dulu mikirnya, ah serabi gitu kok, paling rasanya g jauh beda ma yang laen. lagian jaman kecil suka bawa telur sendiri buat tambahan k tukang serabi langganan deket rumah J.
uhm,.. tapi setelah d rasain,.. ternyata beda juga!. makanan yang terbuat dari beras, santan, gula + garam dan pandan ini lebih gurih rasanya. begitu juga teksturnya, terasa lebih lembut d lidah. komposisi santannya sangat pas. bahkan pinggirannya yang kering, masih ada bau dan rasanya, tidak sekedar gosong.
tidak seperti serabi yang lain, serabi notosuman ini hanya ada dua rasa, biasa (putih) dan coklat. rasa nangka, pisang tidak tersedia, mungkin ini sedikit kekurangannya. secara jualannya, serabi ini sudah d jual d beberapa tempat, bahkan sampai k magelang, salatiga ma bandung. tapi entah pembuatannya apakah d notosuman juga?
.
nyam,..
Posted in kuliner | 3 Comments »
Tuhan,..
saat aku menyukai seseorang,
ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir,
sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir
Tuhan,..
ketika aku merindukan seorang kekasih,
rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu,
agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi
Tuhan,..
jika aku hendak mencintai seseorang,
temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu,
agar bertambah kuat cintaku pada-Mu
Tuhan,..
ketika aku sedang jatuh cinta,
jagalah cinta itu,
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Tuhan,..
ketika aku berucap aku cinta padamu,
biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu
sebagaimana orang bijak berucap,..
mencintai seseorang bukanlah apa-apa,
dicintai seseorang adalah sesuatu,
dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti,
tapi….dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya
percikan iman
Posted in diary!?, think!ng, tuabatan | 12 Comments »
entahlah,.. apa seh sebenernya yang perokok maui???
setelah perda merokok d tetapkan & terapkan,.. setelah razia merokok d galakkan awal² dan akhir² ini,.. akhirnya juga nyampe k kantor,.. akan d tentukan waktu merkok dan d sediakan tempat khusus buat para perokok! alhamdulillah,..
tapi,.. “man itu tolong dong exhaust nya d tambah, asepnya g bisa kluar” protes beberapa perokok setelah aku sediain area merokok! “lah, bukannya kalian tuh merokok butuh asep nya? nikmatin asep nya? kok malah mo d buang?? tanyaku balik.
trus,.. “duh pusing juga masuk area merokok, asep semua! klu aku yang mrokok aja pusing, apalagi yang g ngrokok yah?” keluh salah satu bos. “hehe,..” diriku cengar-cengir ajah.
lagi,.. “wah, klu d toilet boleh ajah, krena ada yang g bisa ‘kluar’ klu g ngrokok man” bela salah satu perwakilan perokok. “wah klu saya justru nahan ‘kluar’ nya, soalnya langsung keluar toilet begitu ada bau rokok” timpalku.
arrggghhhh,.. sabar, sabar,..
Posted in diary!?, think!ng | 2 Comments »
resto yang termasuk dalam grup nya pagi-sore ini terletak d perempatan pasar sunan giri, d serong pasar sunan giri atau seberang rm sederhana. persisnya ada di jalan balai pustaka raya no 2. eksterior bangunannya menampilkan suasana ‘pedesaan/pondok’ dengan material bangunan dari bambu dan kayu bagitu juga interior, meja-kursi nya. sementara d salah satu ujung ruangan, terdapat meja kayu besar plus bangku panjang seperti yang sering d jumpai dalam warteg sehingga kesan ‘ndeso’ semakin terasa.
menjadi panitia bukber romadlon lalu membawa berkah tersendiri untuk dapat menikmati beberapa menu khas dari pondok rawamangun. meski judulnya adalah bebek-seafood-sop kaki kambing, namun bukan menu bebeknya yang ma’ nyus, karena jujur ajah lebih enak bebek kaleyo yang letaknya beberapa ratus meter setelahnya. kelebihannya ada d pilihan rasa yang lebih banyak, antara lain kremes, lada hitam, cabe ijo, balado, saos mentega, saos nanas singapore ma bakar.
“banyak yang suka dan cocok dengan sop gurame nya mas” begitulah jawaban yang di terima ketika mencoba mengorek menu terlarisnya. ketika d minta untuk mencicipinya, masih ragu² secara menu sop kaki kambing + otak yang di pesan belum habis. namun ketika tawaran free test food serta bisa take away, mulut pun dengan mudahnya mengucap kata iya J. begitu pula dengan tawaran test food bandeng panggang/bakar keesokan harinya.
memang tidak salah sop gurame menjadi favorite. dengan ramuan bumbu rempah serta kuah beningnya, sekali nyruput sesendok kuah, terasa seger d badan, seakan menghapus rasa pedasnya. pedas yang bukan hanya dari cabe tapi bumbu rempah juga. mencicipi gurame nya, bumbu yang masih terasa menambah semangat untuk menghabiskannya. sehingga tak heran, paling cepat ludes d meja. satu porsi yang berisi seekor gurame bisa untuk 3-4 orang.
sedikit bertolak belakang dengan sop gurame, sop kaki kambing dengan kuah kombinasi santan dan susu nya terasa berat d perut, mungkin karena kombinasi antara santan, susu + otak nya. dan hal tersebut pula yang membuat rasanya mudah eneg. dengan begitu memang lebih enak klo satu porsi sop kaki kambing ini untuk d makan bersama-sama antara 4-5 orang. selain tentunya untuk tetap menjaga kadar kolesterol dan asam urat dalam tubuh J.
sementara bandeng bakarnya terasa bandeng banget, maklum yang d pilih adalah bumbu standard (kan g enak dapat test food banyak bgt J. tanpa banyak bumbu macem² bandeng disajikan seadanya, warna kulit mengkilapnya sebagian hitam terbakar. namun daging di dalamnya terasa begitu alami dengan tekstur serta rasa yang tidak terlalu asin. sayang sambal nya kurang serasi untuk menemani si bandeng.
satu hal yang sedikit menganggu adalah udara yang masuk melalui kisi² dinding. dimaksudkan untuk memberikan udara alami namun apa daya, kopaja selalu menyemburkan asap hitam setiap kali lewat. mungkin perlu pembatas atau pagar dari tanaman untuk menghalangi debu² yang berterbangan.
Posted in kuliner | 1 Comment »
fisik nya ketjil seperti bentuk hati,.. kulit nya bergerigi ketjil² namun lembut,.. warna nya merah menyala menggoda seperti mawar,.. rasa nya manis plus sedikit ketjut, asam, asem ,.. pantas klu orang yunani menyebutnya sebagai lambang dewi tjinta karena keindahan luar-dalam nya tersebut,..
trus d minta ngucap kata itu berulang kali? uhm,.. susah, aneh, lutju, capek, namun tetap aja menyenangkan,.. thanx mama
Posted in diary!? | 3 Comments »
“morning sir, do u like fish or chiken for lunch?” tanya mbak prumagari sq.
“it’s that halal?” tanyaku.
“uhm,..” kemudian dia bertanya kepada pramugari laen yang kebetulan lewat d dekatnya “this guy ask me wheter the food is halal or not, what’s halal?”
“oh,.. yes, it’s halal” jawabnya sambil menoleh padaku “all the food is halal sir,..”
“ok, i’ll take fish” jawabku.
uhm,.. entah mbaknya yang pegawai baru ato bener² g tau ato sosialisasi halal yang kurang yah? memang se, bukan garuda tapi sq. kayaknya klu bilang vegetarian lebih aman kali, secara dari makannya pasti g pake daging, begitu pula minyaknya. entah klu peralatan masaknya,.. bismillah wae,..
***
“would u like an ice cream?” tanya mbak pramugari, selesai makan siang.
“is that halal?” tanyaku kembali.
“yes, it’s halal”
“ok, i’ll take it”
“but sir” sergahnya, dia tidak jadi melangkah, trus menoleh k diriku.
“yup?”
“it’s tiramisu taste sir. it’s contain a little bit alcohol. r u ok?” jelasnya
“uhm,………….. okay,..” jawabku smbil menarik nafas panjang.
yang haram tu alkohol ato khamer yah? secara nasi pun katanya mengandung alcohol (cmiiw), begitupula tape,.. so,.. it’s okay lah,..
***
“u’r ticket sir” bilang petugas imigrasi d narita. trus aku berikan kedua tiket cgk-nrt padanya.
“u’r ticket sir,..” ulangnya.
“that’s my ticket sir,..” jawabku. duh what’s going on neh? tiket nya invalid? kan aku dah nyampe narita!
“i mean, ticket to jakarta” bilangnya dengan ekspresi wajah yang masih sama, sok g berdosa!
“o,.. that’s one,..” jawabku trus mencari-cari tiket balik k Jakarta d balik jaket.
“here it is,..”
pufh,.. dari tadi kek bilang lebih jelas,.. kan jadi liat wajah pak farkhan ketar-ketir ngliat diriku d interogasi lama,.. kasihan dia
***
“hai semuanya,.. kita mo d ajak makan malam bareng sama ??? san, jadi g balik k hotel dulu” cristie berseloroh ke semua rombongan.
“asyik” jawabku. “kita d traktir kan?” tanyaku basa basi.
“eit,.. tunggu dulu man, adat istiadat dsini tuh, klu ngajakin makan bareng, bukan berarti ntrakir. tetap aja bdd, bayar dhewe-dhewe. Udah adatnya spulang kerja nongkrong d café buat makan. Malu mereka klu pulang sore. Mereka itu cuman mo nunjukin ‘disni loh tempat makan enak, rugi jauh-jauh k jepun g mampir kesini’, christie coba menjelaskan.
“yah,..”
***
“guys, sebelah kiri yah,..!” seru christie sewaktu rombongan akan menaiki eskalator di stasiun asakadai.
“emang knp euy?” tanyaku.
“sebelah kanan buat mendahului” jawabnya.
hehehe,.. sempat menganggap lutju, kayak jalan d tol aja euy,.. tapi emang begitulah adanya, sewaktu dah naek, bener aja tuh, orang² pada ‘berlarian’ menyusul dari sebelah kanan.
***
“akihabara nan desu ka?” tanyaku pada seorang gadis yang ikut antri beli tiket. dia tampak masih bengong, melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“akihabara?” ulangku.
tampaknya gadis itu mulai mengerti. “akihabara? haik,.. @#$%&@#$%& &%$#@! ikebukuro !@#$%& #$%&!@ %&!@#$% akihabara !@#$%&!%”
‘duh apa artinya yah?’ diriku mengerutu, sedikit menyesali kenapa tadi tanya pake nihon go! yang aku mengerti cuman kata ikebukuro trus akihabara. but, setidaknya jadi yakin klu mo k akihabara tu harus ganti kreta, tidak seperti kata p.wimal yang bilangnya bisa langsung naek kreta dari akasadai ke akihabara. pantesan, cari tiket langsung k akihabara g ada!
“ano,.. u are here, then,.. !@#$%&@ $%#@ ikebukuro %&#@!$ changi !@#$%&$# $#@!&%$ akihabara“ dia mencoba menjelaskan dengan bahasa inggris (tetap ja campur nihon-go) sambil tangannya menunjuk peta² yang semuanya bbahasa kanji. dari gerakan tangannya aku lebih mengerti tentunya daripada english nya, kira² ‘klu mo ke akihabara, naek kreta dari sini ke ikebukuro dulu, trus ganti kreta lingkar kota yang mengelilingi tokyo, nah turun di akihabara beberapa stasiun sebelum tokyo’.
“ichi changi?” tanyaku untuk meyakinkan.
“haik, one change” jawabnya.
“o,.. haik,.. domo arigato gozaimasu” balasku berterima kasih, sambil membungkukkan badan tentunya.
“@#$!@#$%& &%$#@!@#$#@!” balasnya.
lho, kok bukannya d jawab do itashimaste yang seperti d buku² pelajaran nihon go yah!?
***
“asahabara nan desu ka?” tanyaku ketika d stasiun ikebukuro kebingungan mencari kreta k akihabara.
“wakarimasen”
“asihabara?”
“wakarimasen”
“akahabara?”
“wakarimasen, akihabara @#$%!& !?”
“haik,..a aa akihabara!” jawabku lega, dasar pelupa!
***
“duh emang g dingin tuh? ujan² begini pakenya jaket ma spatu boot tapi rok nya masih tetap aja tinggi!” komentarku ngliat gaya berpakaian ce² abg jepun.
“uhm,..”
“ato emang saraf kaki buat merasakan suhu itu cuma dari ujung jempol mpe betis ajah yah?” analisisku.
“mungkin ajah kali, coba aja,..”
***
“konbanwa, @#$%&! %$#@!&” sapanya, begitu aku masuk k café tersebut.
“can i take away the food?” tanyaku.
“sumimasen, @#$%!& $@%&%$#@! ?”
“take away” jawabku, sambil memeragakan klu aku beli makanan dsana trus aku bawa keluar untuk d makan d hotel d lantai atas.
“can u speak english?” tanyaku lagi.
“y yes, i can understand u”
“i want take away the food, i’ll buy the food from here, then eat it in my room” jelasku.
tiba² aja dia lari k belakang,.. rupanya memanggil temannya. trus kluar menemuiku beserta 2 orang pelayan perempuan laennya.
“haik,.. take out” potongku, setelah sekilas membaca brosur menu di atas meja dengan tulisan ‘take out’.
“oo,.. yes yes take out, haik haik,.. can,.. can,..”
“these are take out menu” bilangnya sambil menunjuk brosur yang aku baca tadi.
***
“niku dame” kataku ketika memasan makanan yang aman buatku, tanpa sapi kuntet!
“niku dame? @#$%&!&$#@” jawabnya.
“haik, niku dame” bilangku.
“@#$%&! %&@#$!%& &%$#@ ?”
“uhm,.. butaniku dame” ralatku.
“no furk?”
“yup, no pork”
“furk? no furk? haik?”
“yes,.. no furk” bilangku dah laper!
***
“shi-ichi-zero” kataku mantap, ketika meminta kunci hotel. yup, 401, itu no kamarku selama menginap d city inn hotel, asakadai.
“haik,..?” jawabnya dengan nada bingung, seperti g mudeng apa yang aku katakan. bahasa tubuhnya seolah-olah berucap, berapa nomor kamar anda? mohon d ulang apa yang kamu ucapkan,..
“shi-ichi-zero” ulangku.
“…” dia masih diam dengan bahasa tubuh yang sama.
“four-one-zero” akhirnya nyerah juga deh pake english
.
“aaa,.. yon-ichi-zero,.. haik!” balasnya. bahasa tubuhnya berubah, sudah mengerti apa yang aku maksud. dengan segera dia membalikkan badan dan kemudian mengambilkan kunci kamarku.
sementara aku mengingat pelajaran nihon-go kembali sambil mengurutkan jari untuk berhitung dan berguman “ichi, ni, san, shi/yon, go, roku,..”
“haik,.. yon-ichi-zero,.. yon,..” dengan tersenyum pelayan tersebut memberikan kunci kamar sekaligus meyakinkanku, yang berguman berhitung, klu bilangan 4 di ucapinnya dengan yon, bukan shi bilamana untuk mengucapkan angka seperti no kamar.
‘o iya yah,..’ batinku, “arigato” lanjutku.
***
“ok guys,.. kalian punya waktu 3o menit buat beli oleh²! ini kesempatan terakhir kalian, besok kita check out jam 6 pagi! silakan habisin yen kalian! inget, jam 19.3o kita kumpul d depan pintu mall!” christie memberikan arahan kepada rombongan.
3o menit? uhm,.. kayak d tipi ajah, suruh belanja ngabisin uang cuman dalam itungan menit!
Posted in diary!?, think!ng | 3 Comments »